Dunia yang tidak kekal

“Seseorang tidak dapat memiliki sesuatu untuk selamanya walaupun ia menangis dengan sekeras mungkin, Mengapa seorang yang bijak harus menyiksa dirinya dalam hal tersebut?

Orang muda, orang tua, orang dungu, dan orang bijak, Bagi yang kaya, bagi yang miskin, kematian adalah hal yang pasti: masing-masing orang akan mati. Sepasti buah yang telah matang akan jatuh dari pohonnya, Demikian halnya dengan kematian bagi semua benda yang tidak kekal.

Benda yang terlihat di cahaya pagi hari akan hilang di sore hari, dan yang terlihat di sore hari akan hilang di pagi hari.

Jika bagi seorang dungu dapat terikat, sesuatu akan dapat semakin mengikat Di saat ia menyiksa dirinya sendiri dengan air mata, maka orang yang bijak pun dapat ikut melakukan hal yang sama.

Dengan menyiksa dirinya sendiri, ia menjadi kurus dan pucat; Hal ini tidak dapat membuat yang mati hidup kembali,dan air mata tidak akan membantu sama sekali.

Bahkan sama seperti sebuah rumah yang terbakar yang dipadamkan dengan air,

demikian orang kuat, orang bijak, orang pintar yang mengetahui tentang ajaran kitab sucinya dengan baik akan menebarkan kesedihan mereka seperti kapas yang diterpa angin di saat terjadi angin badai.

Seseorang mati—ikatan kelahiran masih terdapat dalam keluarganya: Kebahagiaan semua makhluk tergantung pada ikatan yang berhubungan dengannya.

Oleh karena itu, orang yang dapat memahami tentang kehidupan sekarang ini dan kehidupan yang akan datang, mengetahui sifat-sifat itu, tidak akan bersedih, betapa beratnya pun suatu masalah dalam hati dan pikiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: